Selasa, 20 September 2011

Jaga kesehatan anda

Agar Sakit Pinggang Tak Mengganggu Kerja

Agar Sakit Pinggang Tak Mengganggu Kerja

TRIBUNNEWS.COM - Terlalu sering berinteraksi dengan komputer bisa membuat pinggang terasa pegal, bahkan nyeri. Tak hanya itu, rutinitas ini juga punya dampak buruk terhadap leher dan bahu. Menurut ahli, dampak negatif ini muncul akibat postur tubuh Anda yang kurang baik ketika bekerja.

Coba simak beberapa tips berikut agar Anda bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa harus diganggu nyeri pinggang. Sebab, bila nyeri sudah mendera, mau tak mau pekerjaan juga akan terbengkalai, bukan?

1. Miliki kursi kerja yang berkualitas, nyaman, dan mudah disesuaikan. Posisikan kursi di dekat meja, lalu atur ketinggian kursi sehingga bagian siku, pinggul, dan lutut Anda menekuk 90 derajat selama bekerja. Lengan bawah sebaiknya paralel atau sedikit diturunkan ke arah alas meja. Kedua kaki menjejak mantap di lantai. Jika tidak sampai, gunakan kardus atau bangku kecil sebagai tumpuan.

2. Gunakan penahan dokumen yang diletakkan di samping layar komputer dengan jarak pandang yang sama dari mata sehingga Anda bisa bekerja lebih nyaman. Bekerja dengan dokumen yang diletakkan di alas meja akan membuat Anda sering membungkuk sehingga bisa membuat leher gampang pegal.

3. Batasi penggunaan komputer dan ambil jeda setiap 30 menit untuk melakukan peregangan di bagian leher, pergelangan tangan, serta bahu. Alihkan fokus pada titik yang jauh dari Anda, supaya mata bisa rileks sejenak. Bangkitlah dari tempat duduk dan berjalanlah sedikit.

4. Belajarlah mengetik sepuluh jari, sehingga Anda bisa mengetik dengan lancar tanpa harus berkali-kali membungkukkan badan ke depan keyboard untuk mencari-cari huruf yang ingin diketik. Ketahui juga beberapa shortcut komputer, sehingga Anda tidak harus setiap kali menggunakan mouse. Ini juga akan membuat kerja Anda lebih efisien dan cepat.

5. Jaga selalu kesehatan dengan sering berolahraga. Pertahankan kekuatan dan kelenturan tubuh dengan aktivitas seperti yoga dan Pilates. Kelola stres dengan baik di dunia kerja, serta seimbangkan dunia karier dan personal.
5. Jaga selalu kesehatan dengan sering berolahraga. Pertahankan kekuatan dan kelenturan tubuh dengan aktivitas seperti yoga dan Pilates. Kelola stres dengan baik di dunia kerja, serta seimbangkan dunia karier dan personal.

Senin, 01 Agustus 2011

Allah memberikan perintah yang manfaat manusia.

Menurut dr Siti Setiati SpPD, spesialis penyakit dalam dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indoenesia (FKUI), dengan berpuasa, jumlah kalori makanan yang kita konsumsi biasanya akan berkurang.

"Pembatasan jumlah kalori makanan adalah salah satu cara yang telah terbukti dapat memperlambat penuaan. Serta mencegah penyakit yang sering timbul pada usia lanjut dan kanker," kata siti Setiati, Rabu (27/7/2011) lalu, di Jakarta.

Saat berpuasa, umumnya akan terjadi pengurangan jumlah kalori yang diasup hingga 10-40 persen dari kebutuhan sehari-hari. Hasil penelitian pada binatang menunjukkan, dengan mengurangi jumlah kalori ternyata dapat memperpanjang usia harapan hidup, menurunkan risiko kanker, mencegah berkembangnya penyakit seperti diabetes dan ginjal.

"Penelitian pada manusia juga sudah ada. Dan hasilnya, komposisi lemak tubuh berkurang, tekanan darah membaik, kolesterol turun, risiko diabetes berkurang, dan dapat memperlambat proses penuaan," katanya.

Siti mengatakan, berbagai penelitian dan literatur memang telah membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan. Tetapi, seseorang tentu tidak akan langsung merasakan khasiatnya jika hanya puasa sebulan saja. "Ini tentu bukan puasa yang hanya dilakukan satu bulan saja. Tetapi harus terus menerus dilakukan dalam bulan-bulan berikutnya," jelasnya.

Manfaat restriksi (pembatasan) kalori, lanjut Siti, juga berpengaruh pada kesehatan jantung. Pembatasan kalori, dipercaya dapat memompa jantung menjadi lebih kuat dan membuat seseorang tidak mudah lelah setelah melakukan aktivitas atau olahraga.

Berpuasa, jaga stamina

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada awal-awal bulan puasa, kebanyakan dari kita biasa mengonsumsi makanan secara berlebihan tanpa memperhatikan gizi yang terkandung didalam makanan itu sendiri. Akibatnya yang kita dapat hanyalah kenyang semata tanpa memenuhi unsur gizi didalamnya.

Nah, agar berbuka puasa kita tidak sia-sia, simak tips menu berbuka puasa dari dr Phaidon L Toruan, sport nutritionist berikut ini:

- Minum yang manis alami tanpa gula.
Air kelapa, jus buah melon atau semangka dan buah lainnya. Hindari gula pasir karena akan menyebabkan efek yoyo pada timbangan nantinya di hari Raya, dan memberi dampak kesehatan yang kurang baik.

- Karbohidrat kompleks akan lebih baik plus makanan yang tidak digoreng.
Nasi putih, dan makanan gorengan akan membuat ngantuk saat tarawih. Gorengan mengikat oksigen darah sampai 20%.

- Pasca buka puasa, konsumsi lagi air putih.
Usahakan mulai buka puasa sampai tidur minimal masuk air 1 liter.